JOHANNES
KEPLER
I
. PENDAHULUAN
a.
Biografi
J. Kepler lahir pada tanggal 27 Desember 1571 di Weil derstadt Jerman. Sejak kecil ia sudah sering berkenalan
dengan gejala langit dan benda langit. Pada tahun 1577 bersama ibunya ia
menyaksikan munculnya komet. Dan pada tahun 1580 bersama ayahnya ia menyaksikan
gerhana matahari. Kepler sangat cerdas sehingga ia mendapat beasiswa untuk
kuliah di Universitas Tubingen untuk belajar teologi, filsafat dan matematika.
Ia sempat mengajar matematika dan dasar-dasar astronomi di Universitas Graz
Austria. Pada tahun 1584 ia masuk ke seminar Adelberg untuk bersekolah. Pada
tahun 1588 ia memperoleh gelar sarjana penuh. Ia meninggal pada tahun 1630
tanggal 15 November di Regensburg Barvana-Jerman.
b. Latar Belakang
Pada tahun 1600 ia diangkat
menjadi asisten Tycho di Observatorium Benatek, Praha. Pada tahun 1601
Tycho meninggal dunia dan kepler menggantikan kedudukannya sebagai Kepala
Observatorium dan matematikus kerajaan. Tycho meninggalkan data tentang posisi 777 bintang tetap yang belum
lengkap. Salah satu tugas Kepler adalah melengkapi data–data dari Tycho untuk
menyusun tabel planet. Dalam perjalanannya melengkapi data-data dari Thico
Brahe, Kepler berhasil menemukan 2 hukum yang di kenal dengan hukum I dan II
Kepler tentang gerak planet.
II . METODE ILMIAH
b. Pengumpulan data
Dari tahun 1580 sampai 1600,
didapatkan ada 10 oposisi Mars berdasarkan catatan Tycho Brahe, sedangkan
menurut catatan David Fabricus dan kepler sendiri menunjukkan dua oposisi lagi
dari tahun 1602 – 1604. dengan data 12 oposisi Mars, kepler memecahkan rahasia
gerak plenet Mars itu.
c. Menganalisa Data
Tanpa menggunakan alat bantu
hitung, kepler harus mencoba untuk menghitung-hitung berkali-kali dan dari
hasil perhitungan itu ia menemukan bahwa orbit lingkaran tidak cocok dengan
data dari Tycho Brahe.
d. Menarik kesimpulan
III . PROSES ILMIAH
a. Observasi
Pada tanggal 17 oktober 1604
karena cuaca pada saat itu mendung, kepler menyaksikan sebuah bintang baru yang
sebelumnya bintang ini dililihat oleh pegawai istana yang membuat catatan
harian tentang Peristiwa metereologi pada tanggal 11 oktober 1604, ternyata
bintang tersebut adalah supernova yang sekarang disebut ”Bintang kepler”. Pada
tahun 1606 kepler menulis buku yang isinya tentang Astrologi dengan
judul ”De stella Nova”.
Tanpa
menggunakan alat bantu hitung, kepler harus mencoba untuk menghitung-hitung
berkali-kali dan dari hasil perhitungan itu ia menemukan bahwa orbit lingkaran
tidak cocok dengan data dari Tycho Brahe.
b. memanipulasi
Kemudian ia mencoba dengan
orbit yang berbentuk telur (oval) ternyata belum berhasil, setelah itu ia
membuat lagi lintasan yang berbentuk ellips dan ditemukan bahwa bentuk tersebut
sudah cocok dengan data dari Tycho Brahe. Perbedaan dari lintasan oval dan lintasan elips
dengan waktu 8 menit dalam sudut sangat berpengaruh dalam hitungan Kepler.
Dengan terbuktinya hal ini
maka Kepler tambah percaya bahwa data-data Tycho Brahe benar semua.
IV . PRODUK ILMIAH
a. Fakta
Matahari merupakan pusat
berbagai planet di tata surya. Setiap plenet mengelilingi matahari (revolusi)
pada orbitnya yang berbentuk ellips. Dalam mengelilingi matahari, pada waktu
tertentu, setiap planet akan berada pada kedudukan sangat dekat dengan matahari
(perihelium) dan pada suatu waktu tertentu planet akan berada pada kedudukan
terjauh yang disebut aphelium.
b. Konsep
Periode revolusi planet (T),
Jarak rata-rata planet yang mengitari matahari (R), gaya Newton (SF), massa matahari (M), massa planet (m), percepatan sentripetal (a),
Konsep Perihelion, Konsep Perihelion
c. Prinsip
- Lintasan (orbit) planet adalah ellips
- Pada saat planet dekat denga matahari, maka gerak planet bertambah cepat, sebaliknya pada saat jauh dari matahari gerak itu akan lebih lambat.
- Jarak terdekat dari matahari adalah perihelion dan jarak terjauh suatu planet dari matahari disebut Aphelion. Sedangkan jarak suatu planet dari matahari disebut Vektor jari-jari
d. Hukum-Hukum
Hukum I Kepler : ”Orbit planet berbentuk elips (dengan
matahari terletak pada
salah satu titik fokus elips itu)”
Hukum II Kepler : ” Semua
revolusi planet, garis yang menghubungkan pusat
planet dan matahari dalam jangka waktu yang
sama melintasi luas
bidang
yang sama juga.”
Hukum III kepler : ” Kuadrat
periode orbit planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya
dari matahari.”
e. Teori
Lebih dari
setengah abad sebelum Newton mengasjukan ketiga hukumnya tentang
gerak dan hukum gravitasi universalnya,
ahli astronomi Jerman Johannes Kepler telah menghasilkan sejumlah karya
astronomi dimana kita bisa mendapatkan lebih rinci mengenai gerak palenet di
sekitar matahari.
(a) Hukum Kepler pertama. Elips merupakan
sebuah kurva tertutup sedemikian sehingga jumlah jarak pada sembarang titik P
pada kurva itu kedua titik yang tetap (disebut fokus, F1 dan F ) tetap konstan.
Yaitu, jumlah jarak F P +F P tetap sama untuk semua titik pada kurva. Lingkaran
merupakan kasus khusus elips di mana kedua daerah yang diarsir mempunyai luas
yang sama, yaitu dipusat lingkaran. (b) Hukum kepler kedua. Dua daerah yang
diarsir mempunyai luas sama. Planet bergerak dari titik 1 ke titik 2 dalam
waktu yang sama dengan geraknya dari titik 3 ke titik 4. planet bergerak paling
cepat pada bagian orbitnya yang paling dekat dengan matahari.
Diantara
hasil Kepler terdapat tiga penemuan yang sekarang kita sebut sebagai Hukum
Kepler mengenai gerak planet. Newton bisa menunjukkan bahwa hukum-hukum Kepler
dapat diturunkan secara matematis dari hukum gravitasi universal dan
hukum-hukum gerak. Dari
persamaan hukum ketiga Kepler didapat :




V .
PENERAPAN DALAM TEKNOLOGI
Penurunan
persamaan hukum kepler ketiga cukup umum untuk diterapkan pada sistem lain.
Sebagai contoh, kita bisa menentukan massa bumi dengan menggunakan periode
Bulan mengelilingi Bumi, atau massa plaenet lainnya. Selain itu kita juga bisa
membandingkan benda-benda yang mengelilingi pusat-pusat yang penarik lainnya,
seperti Bulan dan satelit cuaca yang menegililingi Bumi.
Galileo,
Tycho Brahe, dan Kepler adalah pembuka pintu bagi semua generasi sesudahnya
tentang eksperimen. Ucapan Kepler yang terkenal : ”Kita harus membangun sebuah
kapal untuk mengarungi samudra angkasa dialam semesta.”
Menurut Einstein : kepler manusia yang tak
terlupakan, Ia mengantar manusia melangkahkan kaki diatas jal;an menuju ke
bintang-bintang.”
Sebagai
ilmuan yang berjasa, Kepler ditempatkan pada urutan ke 97 oleh Michael H. Hart
dalam bukunya yang berjudul ”seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam
sejarah”.
Suplemen
Orbit planet
Khusus mengenai peredaran Bumi kita beserta sejumlah planet lain
mengelilingi Sang Surya. Tycho Brahe (1546-1601), seorang ilmuwan astronomi
kenamaan berkebangsaan Denmark,
secara tekun berhasil mengumpulkan data pengamatan yang cukup lengkap mengenai
perubahan kedudukan planet pada saat-saat tertentu terhadap Matahari. Data ini
kemudian dipelajari oleh salah seorang muridnya yang terkenal, Johanes Kepler
(1571-1630). Berkat ketekunannya selama dua puluh tahun, akhirnya Kepler
memperoleh kesimpulan menarik berikut: orbit atau garis edar planet ternyata
bentuknya tidaklah sembarang tetapi berupa suatu jorong atau elips dengan Sang
Surya berada pada salah satu titik apinya. Kesimpulannya ini dikenal sebagai
Hukum Orbit.
Orbit planet yang berbentuk elips dapat kita gambarkan seperti
pada gambar 1 yang memperlihatkan Matahari berada pada salah satu titik apinya,
M. Disamping itu Kepler menemukan pula hukum periode.
Kepler juga menemukan hukum lain yang mengukur
perubahan besar kecepatan planet selama geraknya mengelilingi Matahari, yang
dikenal sebagai hukumnya yang ketiga. Ketiga Hukum Kepler di atas mengungkapkan
suatu kenyataan alam yang sungguh menarik yang sama sekali tidak diduga
sebelumnya. Tetapi mengapa gerak planet mengitari Sang Surya ini harus tunduk
kepada Ketiga Hukum Kepler?
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat
suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan
bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut
semula. Supernova biasa terjadi dikarenakan habisnya usia suatu bintang. Saat
bahan-bahan nuklir pada inti
bintang telah habis, maka
tidak akan dapat terjadi reaksi fusi nuklir yang merupakan penyokong hidup suatu bintang.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Gambar_Pilihan/35_2006"
(^_^)..........
BalasHapus